Faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan sarapan dan status gizi pada pekerja pemerintah daerah Purwakarta

Authors

  • Hasna Nursyifa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik Author
  • Restu Amalia Hermanto Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik Author
  • Dedi Zaenal Arifin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik Author

DOI:

https://doi.org/10.51873/jhhs.v10i1.245

Keywords:

Kebiasaan sarapan, Pekerja, Status gizi, Tingkat pendapatan, Tingkat Pendidikan, Tingkat pengetahuan gizi

Abstract

Latar Belakang : Sarapan berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan gizi harian dan membantu mempertahankan status gizi optimal. Namun begitu, berbagai faktor seperti keterbatasan waktu dan tuntutan pekerjaan dapat memengaruhi kebiasaan sarapan pada  pekerja.

Tujuan : Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan sarapan dan status gizi pada pekerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta.

Metode : Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada Oktober–Desember 2022 terhadap 89 pekerja yang dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Data kebiasaan sarapan dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini telah mendapat izin dan kelaikan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka.

Hasil : Sebagian besar subjek memiliki pendidikan tinggi (97,8%), pendapatan rendah (57,3%), dan pengetahuan gizi baik (43,8%). Mayoritas subjek (93,3%) memiliki kebiasaan sarapan. Berdasarkan status gizi, 37,1% subjek tergolong obesitas dan 21,3% tergolong gemuk. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan serta tingkat pendapatan dengan kebiasaan sarapan (p<0,05). Tidak ditemukan hubungan antara tingkat pengetahuan gizi dengan kebiasaan sarapan (p>0,05). Selain itu, tingkat pendapatan berhubungan dengan status gizi (p<0,05), sedangkan tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan gizi tidak berhubungan dengan status gizi (p>0,05).

Simpulan : Tingkat pendidikan dan pendapatan berhubungan dengan kebiasaan sarapan, sedangkan status gizi berhubungan dengan tingkat pendapatan. Tingginya prevalensi obesitas menunjukkan perlunya perbaikan kualitas pola makan pada kelompok pekerja.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

30-06-2026

How to Cite

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan sarapan dan status gizi pada pekerja pemerintah daerah Purwakarta. (2026). Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik Dan Kesehatan), 10(1), 8-17. https://doi.org/10.51873/jhhs.v10i1.245