Hubungan kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi di MA Daarul Ma’Arif
DOI:
https://doi.org/10.51873/jhhs.v9i1.313Keywords:
Kebiasaan Makan, Aktivitas Fisik, Status GiziAbstract
Latar belakang: Masalah gizi pada remaja timbul akibat perilaku gizi yang tidak tepat, yaitu ketidakseimbangan antara asupan dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Prevalensi gizi remaja di Jawa Barat pada tahun 2018 terdapat 9,2% dengan kategori kurus, 54,1% dengan kategori normal, 13,7% dengan kategori berat badan berlebih dan 23,0% dengan kategori obesitas. Faktor yang dapat mempengaruhi status gizi seperti kebiasaan makan dan aktivitas fisik.
Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi di MA Daarul Ma’arif.
Metode penelitian: Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Data kebiasaan makan diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner AFHC, data aktivitas fisik diambil dengan menggunakan kuesioner IPAQ dan data status gizi ditentukan menggunakan IMT/U. Jumlah subjek yang di ambil menggunakan purposive sampling. Jumlah subjek 39 yang masuk ke dalam kriteria inklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square (Pearson Chi-Square).
Hasil: Subjek memiliki status gizi baik sebanyak 33 subjek (84,6%), memiliki kebiasaan makan tidak sehat sebanyak 30 subjek (76,9%) dan memiliki tingkat aktivitas fisik sedang sebanyak 16 subjek (41%). Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi (P>0,05), tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi (P>0,05).
Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi.
Downloads
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Lusi Pebrianti, Listhia Hardiati Rahman, Aminarista Aminarista

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
