Persepsi kesehatan dan perilaku konsumsi gorengan selama bulan Ramadan: Studi eksploratori

Authors

  • Restu Amalia Hermanto Program Studi S1 Ilmu Gizi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik
  • Listhia Hardiati Rahman Program Studi Gizi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar
  • Rifka Hanny Program Studi S1 Ilmu Gizi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

DOI:

https://doi.org/10.51873/jhhs.v9i2.402

Keywords:

Konsumsi gorengan, Ramadan, persepsi kesehatan, perilaku makan

Abstract

Latar Belakang: Gorengan merupakan salah satu makanan yang sangat populer di Indonesia dan sering dikonsumsi selama bulan Ramadan, namun konsumsi berlebih dapat berdampak pada kesehatan.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggambarkan perilaku konsumsi serta persepsi kesehatan masyarakat terhadap gorengan selama bulan Ramadan.

Metode: Studi ini menggunakan desain deskriptif eksploratori kuantitatif. Sebanyak 186 responden yang memenuhi kriteria diikutsertakan melalui teknik purposive sampling. Instrumen survei mencakup karakteristik demografis, perilaku konsumsi gorengan (jenis, frekuensi, pengeluaran, dan cara memperoleh), alasan konsumsi, serta persepsi terhadap dampak kesehatan. Data diperoleh melalui penyebaran tautan survei di media sosial dan komunitas lokal.

Hasil: sebagian besar responden memperoleh gorengan dengan membuat sendiri (48,9%) dan mengeluarkan Rp5.000–Rp10.000 setiap kali membeli (59,1%). Konsumsi terutama terjadi saat berbuka puasa (93,5%), dengan jumlah 3–5 buah per sekali makan (48,4%). Jenis yang paling sering dikonsumsi adalah bakwan/bala-bala, diikuti tempe mendoan dan tahu isi. Sebagian besar responden menilai gorengan enak, beraroma menggugah selera, praktis, mudah diperoleh, dan cukup mengenyangkan. Selain itu, 95,2% responden menyadari bahwa konsumsi berlebihan meningkatkan risiko penyakit dan 81,2% memahami pentingnya pola makan seimbang. Namun, lebih dari setengah responden (54,3%) menganggap gorengan dapat menjadi pengganti makanan utama.

Simpulan: Gorengan tetap menjadi makanan yang dominan dikonsumsi selama Ramadan karena faktor rasa, aroma, tekstur, harga terjangkau, dan kemudahan akses. Meskipun kesadaran terhadap risiko kesehatan cukup baik, studi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan gizi dan praktik konsumsi.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

31-12-2025

How to Cite

Persepsi kesehatan dan perilaku konsumsi gorengan selama bulan Ramadan: Studi eksploratori. (2025). Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik Dan Kesehatan), 9(2), 85-93. https://doi.org/10.51873/jhhs.v9i2.402